Bogor-Jakarta What’s Up Bro

19 11 2009

Sebulan kemarin saya disibukkan bolak-balik Bogor-Jakarta. Sebenernya sih sekolah saya berlokasi di Parung, namun berhubung Parung masih termasuk dalam wilayah Kabupaten Bogor, saya persingkat sajalah menjadi Bogor-Jakarta. Ini bukan dalam rangka saya mengilhami lagu Bondan Prakoso itu, melainkan saya harus membimbing siswa/i kelas XI SBI mengikuti ujian IGCSE di SMAN 81 Kalimalang, Jakarta Timur, (SMA unggul di Jaktim nih…, di atas SMAN 39 saya dulu).

    Ada tiga mata pelajaran yang mereka ambil dalam ujian semester ini, yaitu Bahasa Inggris, biologi, dan fisika. Kira-kira lima kali saya mengantar mereka. Melelahkan sekali karena waktu yang dihabiskan minimal 4 jam perhari pulang pergi. Untungya ada anggaran untuk makan siang bersama. Jadi saat perjalanan pulang, biasanya kita mampir ke mal-mal yang searah dengan perjalanan pulang untuk makan siang. Lumayan lah melepas post exam depression he he…. Terima kasih untuk Rudi (wong cadel ko namanya punya 3 huruf ‘r’), Yudi, dan rubic-boy (sorry, I forget your name :) . Sampai ketemu semester besok ya. Trims telah memandu kami selama di sekolahmu.





Emas Untuk Indonesia

19 07 2009

Akhinyaaa….. Setelah malam minggu bergelut mencari info tentang TOBI (tim olimpiade biologi indonesia) yang tengah berlaga di Tsukuba Jepang, saya menyerah karena sampai jam 2 malam, situs www.tobi.or.id ga bisa diakses. fb anak2 tobi belum diupdate. situs resmi panitia www.ibo20009.org pun belum mengumumkan hasil perolehan medali. nyerah deh. trus tidur dengan tangan hampa… (ya iyalah, masa tidur sambil megang monitor). sebenernya nggak juga sih, karena saya sempet dapet animasi bayi yang lahir dari youtube untuk pelajaran reproduksi minggu depan.

paginya, saya buka-buka lagi, sekitar jam 7an, akhirnya situs tobi bisa diakses. dah Alhamdulillah. kabar gembira berhembus dari tsukuba. Tim Indonesia yang dimotori oleh Pak Agus Dana berhasil meraih:

1 medali emas atas nama Anugerah Erlaut (SMA Kharisma Bangsa, Tangerang)
1 medali perak atas nama Irfan Haris (SMAN 1 Pringsewu, Lampung)
1 medali perunggu atas nama Elbert Wijaya (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta)

selamat… selamat… Pelajaran berharga yang bisa dipetik dari hal ini adalah sebuah keberhasilan memang bisa dicapai hanya dengan kerja keras dan fokus. Jadi buat anak2 DW, kalo mau berprestasi harus lebih tekun ya. Ketekunan ga akan bikin kita cupu kok. Liat aja agi. Biasa aja kan orangnya? Malah banyak fansnya tuh di DW.
Ok. segitu dulu. Sekali lagi, bravo TOBI 2009 karena telah mempersembahkan emas kedua untuk Indonesia.





Badminton is The Sport of My Country

27 06 2009

Saina Nehwal, a rising star from India

Saina Nehwal, a rising star from India

Kamis, 18 Juni kemarin, saya dan dan seorang teman menyaksikan laga Djarum Indonesia Open 2009 Super Series. Kalo cuma ke Istora, lumayan sering sih, terutama kalo lagi ada acara book fair. Tapi kalo untuk nonton bulutangkis secara langsung, kemarin adalah pertama kalinya. Thanx to Fahri for accompanying me. Nonton di rumah emang enak. Gratis, laper tinggal ke dapur, haus tinggal minum, ga mesti ngantri, ga capek ke sananya, dst dst. Tapiiii, nonton langsung secara live emang beda. Lebih cuappe rasanya. Lha wong saya yang teriaknya ga heboh-heboh amat pun tetep cape. Apalagi tangan yang dah lemes nepok-nepokin pemain. Segitupun yang ngantri tiket sampe banjir keringet dan berbau semerbak tuh die. Pokok’e thanx deh ‘ri. (Sayang ‘ri, lo cuma sedikit makan roti yang dah gw beliin, dah bosen kali ya di aspa makan roti melulu).

Hari itu banyak sekali pertandingan yang ditampilkan. Namun, cabang yang saya suka sebenarnya adalah tunggal putri, tunggal putra, dan ganda putra. Seru aja melihat perempuan-perempuan tingkat dunia menepuk bulu angsa. Saya membayangkan kalo saja sayalah lawan mereka, saya dikasih skor berapa ya? Nggak sampe lima point kali, meskipun mereka perempuan. Saat itu saya menyukai Porntip Buranaprasertsuk (dari keribetan dan keanehan namanya semua orang tau kalo dia pasti dari Thailand) yang melawan Wang Yi Han (China) dan Saina Nehwal (India) yang melawan Juliane Schenk (Jerman). Keduanya sama-sama bertipe menyerang. Namun Saina tampaknya jauh lebih tinggi, lebih lincah, lebih galak, dan lebih stabil dari Porntit. Porntit kalah sedangkan Saina menang. Bahkan di luar dugaan, Saina berhasil merebut gelar juara tunggal putri DjIO 2009 mengalahkan Wang Lin (China), sekaligus mengukir rekor putri India pertama yang mendapatkan gelar di nomor ini. Tampaknya, Sainalah bintang DjIO 2009 tahun ini.

Lantas, bagaimana dengan pemain kita? Mendingan nggak usah nanya deh. Menyedihkan, tewas semua selain Taufik, itupun hanya sebagai Runner-up karena dikalahkan Lee Chong Wei (Malaysia) 2 set langsung :-( Jangan-jangan merupakan hasil terburuk sepanjang sejarah penyelenggaraan Indonesia Open lagi.

Yang saya bingung adalah, kenapa pemain tunggal kita lagi-lagi cuma Taufik, Sony, Simon. Putrinya pun hampir begitu, Maria Kristin, trus Adiyanti Firdasari. Untungnya masih ada Maria Febe yang saya baru ngeh namanya kemarin yang mainnya agak lumayan walaupun akhirnya pun kandas dari Wang Lin (detil seluruh permainan di DjIO 2009 ini bisa dilihat di www.tournamentsoftware.com). Masalahnya adalah bagaimana sih rekrutmen pemain selama ini. Padahal olahraga ini sangatlah populer dan penduduk kita 230 juta jiwa. Untungnya banyak pihak telah memikirkan hal tersebut, sebutlah PB Djarum yang akan mengadakan audisi masal pada tahun ini.

Anehnya China, musuh bebuyutan kita di bultang, tidak seperkasa kemarin-kemarin. Mereka hanya menyabet satu gelar dari nomor ganda campuran oleh Zheng Bo dan Ma Jin. Khusus tim putri China, sepeninggal Zhang Ning, mereka belum mencapai kekuatan penuh saat ini. Wang Lin pun hanya bertengger di posisi ke-3. Peringkat satu dunia justru diraih Zhou Mi dan Tine Rasmussen di peringkat ke-2. Saya sempat melihat permainan Zhou Mi melawan Xie Xingfang di final Aviva Singapore Open kemarin, sekelas Xingfang pun dibuat tak berdaya di tangan Zhou Mi yang gaya dan badannya cowok banget ini. Menyeramkan sekali Zhou Mi ini.

Bagaimana dengan Taufik? Faktor usia memang tidak dipungkiri sangat berpengaruh bagi permainannya saat ini. Langkah kakinya kemarin jauh lebih berat dari pada Chong Wei, sehingga ia pun dipaksa bertekuk lutut oleh temannya itu dua set langsung. Sejak menikah, prestasi Taufik memang cenderung menurun. Dan kita semua pun lantas berfikir, kok Taufik sekarang gini ya. Perasaan dulu hebat deh.

Taufik Hidayat, Famous by His Legendary Backhand Smash

Taufik Hidayat, Famous by His Legendary Backhand Smash

Demi mengenang Taufik yang dulu, saya pun tergerak untuk membuka youtube dan mengetik namanya di search engine. Dan memang benar. Banyak sekali file yang bisa dibuka. Semunya berisi cuplikan-cuplikan pertandingan dimana penonton dibuat terkesima oleh kemampuan Taufik yang luar biasa di usia mudanya, masa-masa jayanya, sejak tahun 99 hingga 2006-an. Dunia mengaguminya sebagai maestro backhand smash yang tiada duanya. Selain itu, kecerdikannya di lapangan, pukulan-pukulan tipuan membuat Anda pasti berdecak kagum mengenang kejayaan Taufik kala itu. Itulah mengapa berulang kali host menyebut Taufik sebagai pemain legendaris Indonesia masa kini karena keterampilannya mengolah bulu angsa memang luar biasa. Setidaknya hanya ada tiga orang lagi di tunggal putra dunia saat ini yang permainannya semenarik Taufik dan jadi musuh bebuyutannya, Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Peter H. Gade (meskipun untuk Peter, sepertinya Taufik lebih sering menang).

Saya ucapkan tetaplah berjuang atlet-atlet bulu tangkis Indonesia. Raih prestasi terbaik di World Champion Agustus 2009 nanti. Semoga PBSI dapat mengambil pelajaran dari DjIO 2009 kemarin untuk segera berbenah meningkatkan pembinaan olah raga yang kita cintai ini, olah raga yang selalu menghadiahkan emas untuk RI di setiap Olimpiade ini.

Sebelum saya sudahi, gatal rasanya lidan dan jemari ini bila tidak menyampaikan beberapa kritikan. Kali ini ditujukan kepada panitia penyelenggara DjIO 2009 kemarin. Kenapa sih pintu A8 ga dibuka? Gw mo solat jadi ribet, kita harus naik-naik balkon untuk pindah tempat duduk. Gimana kalo dishoot sama wartawan iseng trus terpajang di koran-koran. Kenapa Istora yang selalu jadi lokasi ajang penyelenggaraan even-even serupa, namun kebersihan, kenyamanan, kerapihan, dan keindahan gedungnya seperti tidak diperhatikan sama sekali. Kita bisa lihat sampah berceceran di luar gedung, ubin di selasar yang ketinggalan jaman dan mulai rusak, buang air kecil yang mesti bayar, dsb. Belum lagi antri tiket yang kelamaan, tiket yang habis diserbu calo, dst. Please, be professional. Malu kan dilihat sama negara lain.

Ok gitu dulu. Kok jadi panjang gini, padahal tadi niatnya cuma nulis 2 paragraf.





Seleksi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten Bogor: Mempertanyakan Netralitas Penyelenggara

9 05 2009

osn bersih, osn transparan

osn bersih, osn transparan

Seleksi OSN Tingkat Kabupaten Bogor dilaksanakan di SMAN 2 Cibinong, Bogor pada 15 April 2009 lalu. Hasil yang diperoleh SMA Dwiwarna cukup lumayan, yaitu:

Juara I bidang Komputer – Kevin Pradana
Juara II bidang Ekonomi – Zhya

Sementara lainnya, Fauzan (Osa) kabarnya berada di posisi ke-6 untuk bidang komputer dan Maya juga di posisi ke-6 untuk bidang Matematika.

Hajatan sains babak satu itu memang telah berlalu. Namun hingga kini masih menyisakan tanda tanya di benak saya, murid-murid saya, dan saya yakin juga di sekolah-sekolah lain yang siswanya “diumumkan” tidak berada di posisi 5 besar. Baiklah, investigasi kita mulai. Berikut kekurangan-kekurangan yang saya jumpai selama penyelenggaraan kegiatan tersebut.

1. Seingat saya, panitia tidak menggunakan name tag atau semacamnya sehingga saya yang awan tentang ke-PNS-an tidak bisa membedakan mana panitia sekolah (guru SMAN 2 Cibinong), mana guru pendamping siswa peserta, dan mana panitia dari Dinas Pendidikan Kab. Bogor. Semua serba coklat. Read the rest of this entry »





yang digugu, yang ditiru

14 03 2009

guru

guru

Hingga kini, saya belum berani mendefinisikan diri saya seorang guru. Saya lebih nyaman disebut sebagai pengajar, instructor, atau pentransfer ilmu (knowledge transferer adalah istilah aneh buatan saya). Ribet amat yah… emangnya beda apa… Buat saya, guru dan pengajar berbeda. Guru adalah pendidik yang tidak hanya pandai dan mampu menyampaikan materi secara sederhana agar mudah ditangkap siswa, namun lebih dari itu, sesuai singkatannya yaitu digugu dan ditiru, guru haruslah memberikan bimbingan moral kepada siswa/i-nya, sekaligus sebagai model dari nilai moral yang ia ajarkan. Kalau dalam tetralogi Laskar Pelangi, karakternya kira-kira seperti Pak Harfan, Bu Muslimah, dan Pak Balia. Read the rest of this entry »





Life is a series of magical mystery

14 03 2009

Mystery LOGOSaat ini saya mengajar di SMA Dwiwarna Boarding School, terletak di Parung, Bogor. Masuknya saya ke sekolah ini agak lucu. Dua minggu setelah mengirimkan lamaran, saya dipanggil untuk mengikuti semacam tes masuk sehari penuh yang meliputi psikologi, Bahasa Inggris, agama, dan Biologi (essaynya in English, seru juga) mata pelajaran yang akan saya ajarkan. Seminggu setelahnya saya pun menanyakan hasilnya, namun ternyata sedang diproses. Dua minggu berlalu, jawaban pun masih sama. Read the rest of this entry »





Silaturrahim

15 10 2008

Bebarapa hari setelah lebaran, saya melakukan silaturrahim ke rumah salah seorang teman. Ia baru saja melahirkan anak yang kedua sehari sebelum jatuhnya tanggal 1 Syawal versi pemerintah. Tidak hanya saya, tetapi juga teman-teman seangkatan waktu kuliah dulu di Biologi UI.

Kami memang masih lumayan sering berkumpul bersama, mulai dari reunian, saling mentraktir makan bila ada yang sedang ulang tahun atau berkelebihan rizki, hingga sekadar makan siang bersama di kantin kampus. Dari seluruh teman yang saya miliki, saya memang paling dekat dengan teman-temang seangkatan kuliah. Yang lain pun juga merasa demikian. Mungkin sudah bukan lagi sekadar teman, tapi sudah seperti saudara, yang senantiasa memberi semangat untuk mengejar cita-cita, bahagia jika yang lain mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan saling bertukar informasi mulai dari pekerjaan hingga apapun.

Sayangnya tidak terlalu banyak teman-teman yang bisa hadir karena berbagai hal. Tapi silaturrahim memang tidak diukur dari berapa orang yang hadir. Kesediaan kita untuk datang adalah kehormatan bagi ahlul bait. Berkumpulnya orang-orang yang menyambung tali silaturrahim merupakan katalis bagi dibukanya pintu-pintu rizki dan panjangnya usia.





LEBARAN… LEBARAN…

15 10 2008

Duuuh… blog ini makin ga keurus aja. Yah karena berbagai kesibukan, akhirnya updating blog menjadi prioritas kesekian-sekian, atau bahkan bisa dibilang bukan prioritas. Ga kerasa, sudah 6 bulan ga ngeblog. Padahal cerita di Bontang saja belum selesai. Yowis lah.

Nah… berhubung masih dalam suasana lebaran, maka kepada teman-teman semua, saya ucapkan

Taqobbalallaahu minna wa minkum, Taqobbal yaa karim

Selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga amal ibadah kita satu bulan kemarin diterima oleh Allah SWT, amiin.





Bag. 3: Mengajar dan Belajar

9 04 2008

Tatap muka pertama

Sepulang dari Bontang Kuala saya harus merapikan bahan presentasi saya untuk kelas Biologi pertama hari senin. Saya memang telah berkomitmen untuk menggunakan perangkat multimedia dalam pengajaran. Yah begini deh, jadi repot sendiri. Di saat teman-teman sudah tidur di kasur yang empuk saya masih harus mengetik mulai jam 10 hingga jam 1 malam. Karena hanya saat itulah saya bisa meminjam laptop Pak Marthen yang juga terus berkutat di depan laptop menulis buku Matematika SD untuk penerbit Erlangga. Untungnya, besok hari minggu. Read the rest of this entry »





Bag. 2: Bontang Kuala dan Nuansa Muara

9 04 2008

Tanpa terasa, saya telah memasuki hari ketiga di Bontang ini. Kegiatan belajar belum dimulai. Hari ini dan kemarin hanya diisi oleh Test Awal untuk mengetahui pemahaman para siswa.

Sore itu sangat cerah. Bahkan masih cukup terik dibandingkan dengan Jakarta pada waktu yang sama. Kami akan menuju Bontang Kuala, salah satu lokasi yang biasa dituju untuk melepas penat dan mengenyangkan perut bagi masyarakat Bontang. Mendekati kawasan tersebut, jalan aspal yang kami lalui ternyata ditopang oleh jembatan kayu ulin yang akan semakin kuat jika terendam oleh air laut. Pagar kayu ulin membatasi kanan kiri jalan demi keamanan para pengguna jalan. Read the rest of this entry »